Kupinjamkan Pundakku Untukmu

April 30, 2022 Add Comment
Kupinjamkan Pundakku Untukmu

Ilmu yang kudapat hari ini

Hari ini 30 April 2022 aku menjalani hari-hariku seperti biasanya. Aku tidur, bangun, lalu beraktivitas. Untuk aktivitas sendiri, hari ini aku pulang kampung ke kampungku di desa Pajar Bulan, Semendo. Ada hal menarik yang aku rasakan hari ini dan mungkin adalah ilmu yang langsung aku rasakan dampaknya, yaitu apa yang kau tanam itu juga yang akan kau tuai. Aku merasa hari ini sedikit sakit hati, dan mungkin aku pernah menanam sakit hati itu kepada orang lain. Hari ini dua orang terdekatku yang ada di kampungku seperti tidak terlalu merespon kehadiranku di desa ini. Dari pandanganku ini terjadi karena mungkin aku pernah tidak terlalu menghargai mereka, dan alhasil inilah yang terjadi. Tapi aku tetap merasa baik-baik saja, walaupun aku seperti tidak mempunyai teman di tempat kelahiranku sendiri. Inilah akibatnya jika aku pernah menanam benih kesombongan atau jika memang aku tidak pernah menanamnya, mungkin bagi mereka aku menanamnya.

Hal kedua yang aku pelajari dari ibu-ibu yang satu angkot denganku adalah jika ingin menjadi orang yang berhasil jangan mancih (pilih-pilih) terhadap suatu hal. Jika ingin mendapatkan uang maka bekerjalah, apapun itu jenis pekerjaannya asalakan halal. Aku yang masih kuliah ini benar-benar merasa ingin mencari uang, tapi yang ada dipikiranku adalah apakah aku bisa? Jalur yang kuambil adalah jalur lomba, tapi aku akan terus mencoba, aku yakin aku memang tidak akan menang, tapi setidaknya ada keuntungan pengalaman walaupun sedikit yang bisa aku peroleh.

Hal ketiga yaitu menjadi orang tua itu susah susah gampang. Hari ini aku berbuka puasa dengan ayahku, dengan keadaan listrik yang padam sehingga kami menggunakan lilin dan senter. Hari ke dua puluh delapan aku puasa aku baru bisa berbuka puasa dengan beliau. Aku merasakan kesepian yang sangat dalam dari ayahku, aku merasa kenapa aku tidak bisa membahagiakan ayahku. Sungguh durhaka diri ini kepada orang tuaku sendiri. Tidak bisa hadir ketika mereka membutuhkan, hanya bisa meminta dan meminta, kapan diri ini akan berubah? Kesendirian yang ayahku rasakan mungkin sudah sama dengan usiaku.

Hal keempat yaitu aku tahu bahwa aku hanya bisa mengontrol diriku untuk berubah, aku tahu bahwa jika aku ingin menjadi lebih baik maka yang seharusnya berubah adalah diriku, bukan meminta orang lain untuk sesuai kehendakku. Atau bahkan meminta kepada tuhan untuk mengubah nasibku secara gamblang tanpa harus kerja keras. Apalah diri ini, niat hati ingin menulis apa yang sudah didapatkan hari ini malah luntan lantung menulis tidak tahu arahnya kemana. Tapi ada rasa senang juga yang kurasakan hari ini, tapi aku tahu hal ini adalah hal tidak baik. Memang hal-hal yang tidak baik itu biasanya menimbulkan kesenangan.

Jadi hari ini ketika sedang di taksi, ada seorang perempuan duduk di sampingku, dan memang keadannya itu berhimpit-himpitan. Dan si perempuanpun mengantuk, ketika dia tidur, dia tidur di bahu ku. Ketika itu aku merasakan besarnya tanggung jawab yang harus di pikul ketika sudah berkeluarga. Tapi itu tidak berlangsung lama, dan akupun tidak meminta nomor wa nya, entah apa yang ada dipikiran ku, mungkin takut untuk meminta nomornya. Toh juga sudah lewat, jika memang dia jodohku pikirku kita akan bertemu lagi.

Wow sudah 500 kata, hehehehe, dan untuk orang yang membaca catatan ini, terserah anda mau mengatakan saya bodoh atau apalah, saya hanya ingin anda tertawa ketika membaca ini, hhhhhh.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.